Danau Kumbolo 2

5 Mitos Ranu Kumbolo yang Menjadi Misteri

Ranu Kumbolo merupakan sebuah danau yang ada di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru atau biasa disingkat dengan TNBTS. Danau ini menjadi tempat pemberhentian bagi para pendaki Gunung Semeru. Keindahannya membuat orang betah menikmati pemandangan di sini. Bahkan, tak sedikit yang bermalam di pinggir danau ini dengan mendirikan tenda.

Di pagi hari, Anda bisa lihat pemandangan matahari terbit di antara dua bukit yang mengelilingi Ranu Kumbolo. Sedangkan di malam hari, ada pemandangan gugusan bintang yang sinarnya sangat cantik. Setiap saat ada pemandangan yang memesona di Ranu Kumbolo. Namun, di balik itu semua ada beberapa mitos Ranu Kumbolo yang membuat Ranu Kumbolo menjadi danau yang misterius.

5 Mitos di Ranu Kumbolo

1. Air Danau Kumbolo Dianggap Suci

Masyarakat setempat percaya kalau air danau Ranu Kumbolo adalah air yang suci. Sampai saat ini air danau masih digunakan untuk ritual suci keagamaan masyarakat. Karena itu para pendaki dilarang untuk mandi, mencuci, hingga buang air di danau. Kegiatan di sekitar Ranu Kumbolo juga harus dilakukan dengan jarak 10 meter dari tepi danau.

Konon katanya bagi yang melanggar aturan ini tubuhnya akan dirasuki makhluk halus yang menjaga tempat itu. Mau percaya atau tidak, sebaiknya larangan tersebut tetap Anda taati, ya! Hitung-hitung buat menjaga air danau Ranu Kumbolo agar tetap bersih. Kalau kondisi Ranu Kumbolo tetap baik, keindahannya tetap bisa Anda nikmati lebih lama, kan?

Ranu kumbolo
foto: tekooo.com

2. Ikan Mas Jadi-jadian

Di Ranu Kumbolo, terdapat banyak sekali biota air tawar yang hidup di sana, termasuk banyak ikan mas.

Namun, dari sekian banyak ikan-ikan yang hidup di Ranu Kumbolo, ada satu ikan, yaitu ikan mas yang tidak boleh ditangkap, sekalinya ikan tersebut seperti mudah sekali untuk ditangkap. Mitos ranu kumbolo yang kedua ini adalah soal ikan mas yang bisa berubah wujud.

3. Dewi Penunggu Danau

Masih mitos ranu kumbolo seputar ikan mas yang ada di Ranu Kumbolo. Ikan mas tersebut adalah ikan yang diyakini dapat berubah wujud. Wujud ikan mas yang telah berubah konon katanya menyerupai seorang perempuan, cantik, dan mengenakan kebaya berwarna kuning. Dialah sang Dewi, si cantik penunggu Ranu Kumbolo. Sebelum sosok ini muncul, biasanya kemunculan nya ditandai oleh kepulan asap di atas permukaan danau saat bulan purnama.

Danau Kumbolo 2
foto: katalogwisata.com

Baca juga: 8 Tempat Wisata Banyuwangi yang Hits

4. Tanjakan Cinta

Di sebelah barat Ranu Kumbolo, ada sebuah tanjakan ke bukit yang mengarah ke puncak gunung. Biasanya, beberapa petualang melewati tanjakan tersebut untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Gunung Semeru.

Tanjakan ini dinamai tanjakan cinta, bro. Nama tanjakan ini bukan berarti tanpa alasan, lho. Mitos nya adalah, jika Anda berjalan naik sembari memikirkan pasangan tanpa menoleh ke belakang sama sekali, dipercaya akan memiliki cerita cinta yang bahagia.

Tentu, mitos ranu kumbolo berikut berkembang dengan mudah karena banyak para petualang yang datang ke sini dengan pasangan, dan mereka membuktikan mitos tersebut benar adanya. Terlepas dari mitos tersebut, tanjakan ini juga menguji ketahanan tubuh, lho.

Hal tersebut dikarenakan oleh kemiringan tanjakan ini yang mencapai 45 derajat. Konon katanya, dahulu ada petualang yang datang bersama pasangannya. Saat si laki-laki tengah asyik mengambil foto di sekitar tanjakan tersebut, pasangannya, malah terjatuh karena kelelahan dan akhirnya nyawanya tidak tertolong.

Danau Kumbolo
Danau Kumbolo (foto: instagram.com/enidyas)

5. Pakunya Pulau Jawa

Gunung Semeru adalah gunung tertinggi yang ada di Pulau Jawa dengan puncaknya yang bernama Mahameru. Dipercaya bahwa Gunung Semeru dibawa oleh para dewa untuk menjadi paku dan memberikan keseimbangan bagi Pulau Jawa yang dulunya terombang-ambing di lautan.

Baca juga: 8 Tempat Wisata Hits di Batu, Malang

Nah, itu dia beberapa mitos ranu kumbolo yang sampai sekarang masih dipercaya para pendaki dan penduduk setempat, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *